VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Manufaktur industri - Mesin & Elektronik

Pengendalian Mutu dan Pemeriksaan

Manufaktur industri - Mesin & Elektronik · 製造分野 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Kegiatan 5S, Hou-Ren-Sou, dan Prosedur Kerja Standar

Kegiatan 5S di tempat kerja terdiri dari 5 hal: Ringkas (Seiri), Rapi (Seiton), Resik (Seisou), Rawat (Seiketsu), dan Rajin (Shitsuke).

'Seiton' (Rapi) adalah menentukan tempat penyimpanan alat dan mengembalikannya, sedangkan 'Seisou' (Resik) adalah membersihkan sampah dan kotoran oli.

'Hou-Ren-Sou' di tempat kerja adalah perilaku 'Melapor (Houkoku), Mengabari/Komunikasi (Renraku), dan Berkonsultasi (Soudan)'.

Prosedur kerja standar (SOP) dibuat untuk menjaga mutu tetap konsisten dan wajib dipatuhi meskipun pekerja sudah terbiasa.

Poin penting


  • (○ Benar) 5S adalah 'Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke', sedangkan Hou-Ren-Sou adalah 'Lapor, Komunikasi, Konsultasi'.

  • (× Salah) Mengatakan 'Seiton' adalah membersihkan sampah dan oli di sekitar mesin adalah SALAH (membersihkan adalah 'Seisou', menata tempat alat adalah 'Seiton').

  • (× Salah) Mengatakan prosedur kerja standar hanya untuk karyawan baru dan boleh dilewati setelah mahir adalah SALAH.
KosakataArti
Ringkas dan Rapi (Seiri - Seiton)
Resik dan Rawat (Seisou - Seiketsu)
Lapor, Komunikasi, Konsultasi (Hou-Ren-Sou)
dokumen prosedur kerja
pekerjaan standar

Membangun Mutu di Proses, Inspeksi Produk Pertama, dan Penanganan Kelainan

Dalam prinsip 'proses berikutnya adalah pelanggan', mutu dibangun di proses sendiri dan barang cacat tidak boleh diteruskan ke proses berikutnya.

Pemeriksaan produk pertama setelah pergantian setelan (dandorigae) bertujuan memastikan kondisi pemrosesan sudah benar guna mencegah cacat massal.

Saat menemukan produk cacat dalam inspeksi, laporkan kepada atasan, beri tanda identifikasi dan pisahkan dari produk baik, lalu ikuti instruksi.

Jika terdengar suara tidak normal dari mesin saat bekerja, pastikan keselamatan lalu hentikan mesin dan lapor ke atasan atau petugas perawatan.

Poin penting


  • (× Salah) Dalam prinsip 'proses berikutnya adalah pelanggan', membiarkan produk cacat lewat karena akan ditemukan di inspeksi berikutnya adalah SALAH.

  • (○ Benar) Tujuan memeriksa produk pertama setelah pergantian setelan (dandorigae) adalah memastikan kondisi kerja benar dan mencegah cacat massal.

  • (○ Benar) Pisahkan produk cacat dari produk baik dan lapor atasan; jika mesin berbunyi aneh, segera hentikan mesin dengan aman dan lapor.
KosakataArti
proses berikutnya
pergantian setelan / cetakan (Dandorigae)
produk cacat (defect)
produk baik (good product)
petugas pemeliharaan (maintenance)

Lot, Ketertelusuran (Traceability), Siklus PDCA, dan Analisis Mengapa-Mengapa

Dalam manajemen produksi, satu kelompok (unit) produk yang diproduksi di bawah kondisi yang sama disebut 'lot'.

Sistem yang memungkinkan penelusuran kembali riwayat bahan, tanggal produksi, dan nomor lot saat ditemukan masalah disebut 'traceability' (ketertelusuran).

Siklus perbaikan kerja PDCA dijalankan secara berurutan: Rencana (Plan) → Pelaksanaan (Do) → Evaluasi (Check) → Tindak lanjut/Perbaikan (Action).

Metode analisis dengan mengulangi pertanyaan 'Mengapa' saat terjadi masalah untuk mencari akar penyebab disebut 'analisis Mengapa-Mengapa' (Why-Why analysis).

Poin penting


  • (○ Benar) Sekelompok produk yang diproduksi pada kondisi yang sama disebut 'lot'.

  • (× Salah) Menyebut sistem penelusuran riwayat bahan dan nomor lot sebagai 'dandorigae' adalah SALAH (yang benar adalah 'traceability').

  • (× Salah) Menyebut urutan PDCA sebagai 'Do - Plan - Action - Check' atau menyebut analisis pengulangan 'Mengapa' sebagai 'inspeksi 100%' adalah SALAH.
KosakataArti
lot produksi
ketertelusuran (traceability)
siklus PDCA
analisis Mengapa-Mengapa
inspeksi menyeluruh (100%)

Tujuh Alat QC (1): Diagram Pareto, Histogram, Check Sheet, dan Stratifikasi

Diagram yang mengurutkan jenis cacat dari jumlah terbanyak dengan grafik batang serta menampilkan rasio kumulatif disebut 'Diagram Pareto'.

Diagram yang membagi data ukuran produk ke dalam interval dan menampilkan jumlahnya dengan batang untuk melihat sebaran variasi disebut 'Histogram'.

Tabel formulir untuk mencatat jumlah per item pemeriksaan atau jenis cacat secara mudah sambil memberi tanda centang disebut 'Check Sheet'.

Metode memilah data ke dalam kelompok berkarakteristik sama seperti per mesin, per pekerja, atau per lot bahan disebut 'Stratifikasi' (Soubetsu).

Tujuh Alat QC (1): Diagram Pareto, Histogram, Check Sheet, dan Stratifikasi

Poin penting


  • (○ Benar) Diagram yang mengurutkan jenis cacat dari yang paling banyak beserta garis rasio kumulatif adalah 'Diagram Pareto'.

  • (○ Benar) Grafik batang untuk melihat sebaran variasi ukuran adalah 'Histogram', dan pengelompokan data per mesin/pekerja adalah 'Stratifikasi'.

  • (× Salah) Menyebut tabel pencatatan cepat dengan tanda centang sebagai 'Diagram Pareto' adalah SALAH (yang benar adalah 'Check Sheet').
KosakataArti
diagram Pareto
rasio kumulatif
histogram
lembar periksa (check sheet)
stratifikasi (pengelompokan data)

Tujuh Alat QC (2): Diagram Sebab-Akibat, Peta Kendali, dan Catatan Inspeksi

Diagram yang menyusun hubungan antara akibat (karakteristik) dan penyebab (faktor) menyerupai bentuk tulang ikan disebut 'Diagram Sebab-Akibat'.

Jika kandidat penyebab (misalnya variasi kekerasan bahan) muncul pada diagram tulang ikan, langkah selanjutnya adalah memeriksa data aktual untuk memastikan.

Diagram yang mencatat kondisi proses mengikuti urutan waktu dan memakai garis batas kendali untuk mendeteksi kelainan disebut 'Peta Kendali' (Control Chart).

Saat mencatat hasil inspeksi produk, catatlah hasil aktual sesuai metode yang ditentukan dan segera laporkan jika ada kelainan.

Poin penting


  • (× Salah) Menyebut diagram berbentuk tulang ikan yang menyusun hubungan sebab dan akibat sebagai 'Histogram' adalah SALAH (seharusnya 'Diagram Sebab-Akibat').

  • (× Salah) Menyebut grafik pemantauan proses berdasarkan waktu dengan garis batas kendali sebagai 'Diagram Sebab-Akibat' adalah SALAH (seharusnya 'Peta Kendali').

  • (○ Benar) Kandidat penyebab pada diagram tulang ikan harus diverifikasi dengan data nyata, dan hasil inspeksi wajib dicatat sesuai angka sebenarnya.
KosakataArti
diagram sebab-akibat (tulang ikan)
peta kendali (control chart)
garis batas kendali
hasil pemeriksaan

Referensi resmi