VIENID Mulai latihan

Beranda › Materi › Perawatan lansia (kaigo)

Teknik Komunikasi

Perawatan lansia (kaigo) · 介護 - Kaigo · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

Mendengarkan Aktif, Penerimaan, Empati, dan Teknik Bertanya

Kesadaran diri (jikokakuchi) adalah memahami sifat dan kebiasaan berpikir diri sendiri agar dapat melayani pengguna tanpa prasangka.

Saat berbicara dengan pengguna kursi roda, berlututlah di depan agar sejajar pandangan mata dan dengarkan secara aktif sambil mengangguk.

Sikap penerimaan (menerima perasaan tanpa membantah) dan empati (memahami dari sudut pandang pengguna) membangun rasa percaya.

Gunakan pertanyaan terbuka agar pengguna bebas bercerita dan pertanyaan tertutup ('ya/tidak') bagi yang sulit berbicara panjang.

Mendengarkan Aktif, Penerimaan, Empati, dan Teknik Bertanya

Poin penting


  • Ajukan pertanyaan satu per satu agar pengguna tidak bingung, dan tunggu dengan tenang saat terjadi keheningan.

  • Selalu jelaskan tujuan serta isi perawatan dengan mudah dipahami dan minta persetujuan pengguna sebelum memulai.

  • Saat membantu memilih pakaian, tunjukkan 2–3 pakaian secara langsung dan hormati perbedaan budaya serta kebiasaan hidup.
KosakataArti
kesadaran diri
mendengarkan aktif
penerimaan
empati
pertanyaan terbuka

Komunikasi Nonverbal dan Penataan Lingkungan

Komunikasi nonverbal menyampaikan pesan melalui ekspresi wajah, pandangan mata, nada suara, dan gerak tubuh.

Jika pengguna berkata 'Tidak apa-apa' sambil meringis memegang perut, perhatikan tanda nonverbal tersebut dan tanyakan kondisinya.

Sentuhan lembut (touching) pada tangan atau punggung memberi rasa tenang, namun hindari sentuhan mendadak atau pada orang yang tidak suka.

Kurangi kebisingan seperti suara televisi dan siapkan ruangan yang terang serta tenang saat berbincang.

Poin penting


  • Untuk mendeteksi dini kelainan pada pengguna yang sulit mengungkapkan nyeri, amati ekspresi dan nafsu makan guna melihat 'perbedaan dari biasanya'.

  • Mengulangi kata kunci lawan bicara dan memberi anggukan yang tepat membuat pengguna merasa tenang dan nyaman berbicara.

  • Jika merasa kesal saat merawat, tarik napas dalam untuk menenangkan diri atau minta rekan kerja menggantikan bila perlu.
KosakataArti
nonverbal
ekspresi wajah
kontak fisik (sentuhan)
kebisingan
rasa aman dan tenang

Komunikasi Sesuai Karakteristik Disabilitas

Kepada pengguna yang kurang mendengar, berbicaralah dengan jelas dan agak perlahan dari arah depan agar wajah terlihat.

Periksa sakelar, baterai, dan pemasangan alat bantu dengar; gunakan komunikasi tertulis, bahasa isyarat, atau gerak bibir bila diperlukan.

Kepada pengguna gangguan penglihatan, sebutkan nama sebelum menyentuh dan jelaskan posisi makanan dengan metode posisi jarum jam (clock position).

Bagi pengguna disartria atau afasia, dengarkan dengan tenang dan gunakan papan huruf, gambar, atau isyarat tubuh.

Poin penting


  • Jangan berteriak di dekat telinga yang memakai alat bantu dengar dan jangan mencuci alat bantu dengar dengan air.

  • Bagi pengguna afasia motorik (sulit mengucapkan kata), ajukan pertanyaan singkat yang bisa dijawab 'ya/tidak' lalu tunggu.

  • Bagi pengguna afasia sensorik (sulit memahami arti kata), tunjukkan benda asli, foto, atau gerakan tubuh.
KosakataArti
alat bantu dengar
komunikasi tertulis
gangguan penglihatan
gangguan artikulasi bicara (disartria)
afasia

Menghadapi Pengguna dengan Demensia dan Keluarganya

Terapkan Person-Centered Care dengan menghormati penyandang demensia sebagai individu dan memahami sudut pandang mereka.

Saat pengguna berkata 'Saya mau pulang' di sore hari atau 'Saya belum makan siang' seusai makan, terima perasaannya tanpa membantah.

Jawab pertanyaan yang diulang berkali-kali dengan lembut seolah baru pertama kali ditanya, dan ajak mandi dengan kalimat singkat serta konkret.

Terima keluhan atau konsultasi keluarga dengan tulus, minta maaf bila perlu, dan laporkan kepada atasan untuk perbaikan bersama.

Poin penting


  • Jangan mengoreksi cerita tentang keluarga yang sudah meninggal atau hal yang berbeda dari fakta; ikuti perasaan pengguna dengan hangat.

  • Jika pengguna menolak mandi atau rekreasi, tanyakan alasan dan kondisi tubuhnya tanpa memaksa, lalu ajak kembali setelah jeda waktu.

  • Jika terjadi pertengkaran antar-pengguna, pastikan keselamatan dengan memisahkan jarak keduanya, dengarkan masing-masing dengan tenang, dan lapor atasan.
KosakataArti
penyangkalan, membantah
pemaksaan
keluhan, komplain
pertengkaran mulut
tenang, lembut

Lapor - Komunikasi - Konsultasi dan Catatan Perawatan

Dalam perawatan tim, jalankan Hou-Ren-Sou (Lapor, Komunikasi, Konsultasi) dan ulangi instruksi (fukushou) untuk konfirmasi.

Saat melapor kepada atasan, sampaikan kesimpulan terlebih dahulu dengan prinsip 5W1H serta pisahkan fakta dari pendapat pribadi.

Dalam catatan perawatan, bedakan informasi subjektif (keluhan/ucapan pengguna) dari informasi objektif (hasil ukur dan observasi).

Tulis catatan segera setelah perawatan memakai pulpen tinta permanen; koreksi kesalahan di kertas dengan dua garis lurus tanpa cairan koreksi.

Poin penting


  • Saat melaporkan perubahan kondisi kepada tenaga medis, sampaikan sejak kapan, gejala, angka tanda vital, dan perbedaannya dari biasanya.

  • Saat menerima telepon, sebutkan nama fasilitas dan nama diri, catat keperluan, dan alihkan ke penanggung jawab bila perlu keputusan medis.

  • Jika bel panggilan perawat (nurse call) berbunyi saat serah terima tugas, utamakan keselamatan pengguna dan segera bagi tugas untuk mendatangi kamar.
KosakataArti
mengulangi ucapan untuk konfirmasi
informasi objektif
informasi subjektif
serah terima tugas
garis ganda (dua garis)

Keterampilan komunikasi

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi