VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定)

Perencanaan Produk dan Manajemen Desain (Pengembangan Produk, Prosedur Desain, DR, VE)

Perencanaan Produksi Kelas 3 生産管理プランニング (BC検定) · ビジネス・キャリア検定 生産管理プランニング3級 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

1. Perencanaan Produk dan Pemasaran (Market-In, Analisis SWOT, 4P, Barang Konsumsi vs Barang Produksi)

Cara berpikir dalam merencanakan produk baru mencakup Product-Out yang berangkat dari kemampuan teknis dan peralatan manufaktur perusahaan sendiri (membuat apa yang bisa dibuat lalu menjualnya), serta Market-In yang berangkat dari kebutuhan pelanggan dan pasar (merencanakan dan membuat apa yang laku dijual); saat ini Market-In adalah prinsip dasar.

Dalam analisis lingkungan untuk perencanaan produk digunakan Analisis SWOT. Strategi disusun dengan mengelompokkan 4 elemen: Lingkungan Internal perusahaan yaitu Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses), serta Lingkungan Eksternal seperti pasar dan pesaing yaitu Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats).

Selain itu, langkah konkret pengembangan ke pasar (Marketing Mix / Bauran Pemasaran) disusun dari 4P yang diambil dari huruf awal: Produk (Product), Harga (Price), Saluran distribusi (Place), dan Promosi penjualan (Promotion).

Berdasarkan kegunaannya, produk diklasifikasikan menjadi Barang konsumsi yang dikonsumsi individu atau rumah tangga (terbagi menurut perilaku beli menjadi Barang sehari-hari/convenience, Barang belanjaan/shopping yang dibandingkan mutu dan harganya, serta Barang khusus/specialty yang dibeli dengan menunjuk merek) dan Barang produksi (barang industri) yang dipakai perusahaan untuk kegiatan produksi (bahan baku, komponen, mesin perkakas, dll.).

1. Perencanaan Produk dan Pemasaran (Market-In, Analisis SWOT, 4P, Barang Konsumsi vs Barang Produksi)

Poin penting


  • Market-In = Pengembangan produk berawal dari kebutuhan pelanggan / Product-Out = Pengembangan produk berawal dari teknologi dan manufaktur perusahaan.

  • Analisis SWOT = Analisis 4 elemen Lingkungan internal (Kekuatan S, Kelemahan W) dan Lingkungan eksternal (Peluang O, Ancaman T).

  • 4P Pemasaran = Product (Produk), Price (Harga), Place (Distribusi / Saluran), Promotion (Promosi penjualan).

  • Barang konsumsi dibagi menurut perilaku pembelian menjadi Barang sehari-hari, Barang belanjaan, dan Barang khusus, sedangkan bahan baku dan peralatan untuk perusahaan disebut Barang produksi.
KosakataArti
Market-In dan Product-Out
Analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman)
4P Pemasaran (Produk, Harga, Distribusi, Promosi)
Barang konsumsi (sehari-hari, belanjaan, khusus) dan Barang produksi

2. Pentingnya Manajemen Desain (80% Biaya Ditentukan saat Desain), Front-Loading, dan Standardisasi

Dalam pengembangan produk dikatakan bahwa sekitar 80% kualitas dan biaya produksi suatu produk ditentukan pada tahap desain. Hal ini karena begitu jenis material, bentuk, susunan komponen, dan kepresisian pemrosesan telah ditetapkan pada gambar teknik, perbaikan lapangan setelah produksi massal dimulai memiliki batas dalam menurunkan biaya.

Selain itu, apabila cacat desain baru ditemukan pada proses hilir pengembangan (pembuatan prototipe atau awal produksi massal), akan timbul biaya pengerjaan ulang (rework) yang sangat besar—seperti pembuatan ulang cetakan/mold—serta keterlambatan pengiriman.

Oleh karena itu, perusahaan menekankan Front-Loading: memajukan dan memusatkan sumber daya manajemen seperti personel dan simulasi 3 dimensi (CAE) ke proses hulu pada tahap awal pengembangan (tahap desain konsep dan desain dasar) untuk menyelesaikan masalah sejak dini.

Lebih lanjut, demi efisiensi desain, pemanfaatan komponen standar yang sudah ada (penyeragaman komponen) dan Modularisasi (menggabungkan beberapa komponen menjadi blok satuan fungsi) secara bersamaan memperpendek periode desain, menstabilkan kualitas, dan menekan biaya.

Poin penting


  • Sekitar 80% biaya produk ditentukan pada tahap desain, sehingga pembentukan biaya dan kualitas di bagian hulu adalah yang paling efektif.

  • Front-Loading = Metode memajukan beban kerja dan verifikasi ke tahap awal desain (proses hulu) untuk mencegah perubahan desain dan pengerjaan ulang di proses hilir.

  • Melalui standardisasi desain, penyeragaman komponen, dan modularisasi, biaya pembuatan gambar baru dan cetakan dapat dipangkas serta waktu pengembangan diperpendek.
KosakataArti
Pembentukan biaya pada tahap desain (80% dari biaya)
Front-loading dan Pencegahan pengerjaan ulang (rework)
Penyeragaman komponen dan Desain modular

3. Langkah Desain (Perencanaan Produk → Perencanaan Desain → Desain Konseptual → Desain Detail → Persiapan Produksi)

Prosedur desain dari pengembangan produk hingga produksi massal berjalan bertahap dari desain konseptual menuju desain substantif (wujud nyata). Pertama, (1) Perencanaan produk meneliti kebutuhan pasar untuk menetapkan konsep produk baru, dilanjutkan (2) Perencanaan desain yang menyusun dokumen rencana performa, kualitas, biaya target, dan jadwal pengembangan.

Berikutnya pada (3) Desain konseptual (desain dasar / desain fungsional), ditentukan struktur dasar, prinsip kerja, tata letak sistem secara keseluruhan, serta penempatan unit utama (gambar konsep perakitan) guna mewujudkan fungsi yang diminta.

Selanjutnya pada (4) Desain detail (desain produksi / desain pelaksanaan), berdasarkan desain konseptual serta mempertimbangkan kemudahan dan keekonomisan manufaktur di pabrik, ditentukan bentuk spesifik, dimensi, toleransi, material, dan kekasaran permukaan tiap komponen, lalu diselesaikan gambar komponen, gambar perakitan, dan daftar komponen (BOM).

Setelah itu melalui (5) Pembuatan prototipe dan evaluasi untuk memverifikasi performa serta keandalan, lalu (6) Persiapan produksi (desain proses, pengadaan peralatan, cetakan, jig/alat bantu, dan pembuatan standar kerja) sebelum beralih ke produksi massal. Dalam ujian, urutan Desain konseptual (konsep) → Desain detail (substantif/nyata) sangat sering keluar.

Poin penting


  • Urutan dasar desain: Perencanaan produk → Perencanaan desain → Desain konseptual (desain dasar) → Desain detail (desain produksi) → Persiapan produksi → Produksi massal.

  • Desain konseptual = Desain bersifat konseptual yang menentukan prinsip, struktur dasar, dan tata letak keseluruhan untuk memenuhi fungsi yang diminta.

  • Desain detail (desain produksi) = Desain bersifat substantif (wujud nyata) yang mempertimbangkan kemudahan manufaktur (pemrosesan, perakitan) dan biaya untuk menetapkan dimensi, toleransi, dan material seluruh komponen (gambar komponen).
KosakataArti
Perencanaan desain, Desain konseptual, Desain detail (Desain produksi)
Pengembangan dari desain konseptual ke desain substantif (nyata)
Gambar perakitan, Gambar komponen, Daftar komponen (BOM)

4. Design Review (DR: Inspection vs Walkthrough) dan Concurrent Engineering

Design Review (DR: Tinjauan Desain) adalah mekanisme pada setiap tonggak tahapan seperti perencanaan produk, desain konseptual, desain detail, dan prototipe, di mana para ahli tidak hanya dari departemen desain tetapi juga dari manufaktur, teknik produksi, jaminan kualitas, pembelian, dan penjualan berkumpul untuk meninjau isi desain dari berbagai sudut pandang serta memutuskan layak tidaknya lanjut ke tahap berikutnya.

Metode tinjauan meliputi Inspection—yang secara resmi dan ketat menemukan cacat serta memberi keputusan berdasarkan pembagian peran dan daftar periksa (checklist) yang ditetapkan—serta Walkthrough—di mana penanggung jawab desain menjelaskan langkah desain kepada anggota sambil bersama-sama memeriksa kesalahan dan poin perbaikan.

Pada metode estafet tradisional (metode konvensional), persiapan produksi (desain proses dan pemesanan cetakan) baru dimulai setelah seluruh desain selesai, sehingga periode pengembangan menjadi panjang dan sering terjadi perubahan desain dari proses hilir.

Untuk memperbaikinya, metode di mana departemen teknik produksi, manufaktur, dan pembelian ikut serta sejak tahap awal desain produk, berbagi informasi, serta menjalankan desain produk dan persiapan produksi secara bersamaan dan paralel disebut Concurrent Engineering, yang mewujudkan pemendekan lead time pengembangan secara drastis.

4. Design Review (DR: Inspection vs Walkthrough) dan Concurrent Engineering

Poin penting


  • Design Review (DR) = Kegiatan pada tiap tonggak desain di mana para ahli dari departemen terkait meninjau Q, C, D, kemudahan pembuatan, dan keselamatan secara objektif.

  • Inspection = Tinjauan ketat dengan peran dan kriteria resmi / Walkthrough = Tinjauan yang dipimpin pembuat desain dengan menjelaskan isi desain untuk menemukan kesalahan.

  • Concurrent Engineering = Menjalankan desain produk dan persiapan produksi (desain proses, pembuatan cetakan) secara paralel bersamaan guna memperpendek waktu pengembangan dan mengurangi pengerjaan ulang.
KosakataArti
Design Review (DR: Tinjauan desain)
Inspection dan Walkthrough
Concurrent Engineering (Pengembangan paralel bersamaan)

5. Pembentukan QCD dalam Desain (Karakteristik Pengganti, Tabel Biaya, Jadwal Standar Desain & Nomor Urut Pengadaan, CAD 3D)

Dalam memastikan Kualitas (Q) saat desain, Kualitas yang diminta secara abstrak melalui kata-kata pelanggan (misal: ringan dan tidak mudah rusak, bekerja senyap) diterjemahkan menjadi karakteristik angka teknis yang dapat diukur dan dikendalikan desainer pada gambar (massa kg, kuat tarik MPa, tingkat kebisingan dB, dll.). Ini disebut Karakteristik pengganti (karakteristik kualitas).

Dalam memastikan Biaya (C), Biaya target (biaya perencanaan) ditetapkan dengan mengurangi target laba dari rencana harga jual. Tabel daftar yang memungkinkan desainer langsung memperkirakan biaya kasar begitu memilih material, metode proses, dan dimensi disebut Tabel Biaya (Cost Table), yang dimanfaatkan untuk membentuk biaya selama mendesain.

Dalam memastikan Pengiriman (D), karena keterlambatan penerbitan gambar langsung memukul pemesanan cetakan dan pengadaan komponen di proses hilir, ditetapkan Jadwal standar desain berdasarkan Nomor urut pengadaan (jumlah hari lead time yang dihitung mundur dari hari penyelesaian produk), dengan memprioritaskan penerbitan gambar lebih dulu untuk komponen ber-lead time panjang.

Sebagai teknologi berbantuan komputer, CAD 3 dimensi (membuat gambar dan model ruang), CAM (membuat program pemesinan NC dari data CAD), dan CAE (menganalisis kekuatan, panas, dan aliran sebelumnya) dihubungkan untuk mengurangi frekuensi pembuatan prototipe dan meningkatkan kualitas desain.

Poin penting


  • Karakteristik pengganti = Karakteristik yang menerjemahkan Kualitas yang diminta pelanggan (kemudahan pakai, dll.) menjadi angka fisik dan teknis yang dapat diukur dalam desain dan manufaktur (dimensi, kekuatan, berat, dll.).

  • Tabel Biaya (Cost Table) = Tabel data yang memudahkan desainer membandingkan dan menghitung biaya menurut material, bentuk, dan metode pemrosesan.

  • Jadwal standar desain & Nomor urut pengadaan = Standar jadwal yang menerbitkan gambar lebih awal secara berurutan mulai dari komponen yang memiliki lead time pengadaan dan pemrosesan panjang.

  • Contoh: Perkiraan harga jual 10,000 yen, target rasio laba atas penjualan 20%, estimasi biaya berjalan saat ini 8,600 yen → Biaya target = 10,000 × (1 - 0.20) = 8,000 yen, jumlah penurunan biaya yang diperlukan pada tahap desain = 8,600 - 8,000 = 600 yen
KosakataArti
Kualitas yang diminta dan Karakteristik pengganti (Quality Function Deployment: QFD)
Perencanaan biaya (Target costing) dan Tabel Biaya (Cost table)
Jadwal standar desain, Nomor urut pengadaan, Pengendalian penerbitan gambar
CAD 3 dimensi (3D CAD), CAM, CAE

6. Teori Dasar VE (Value Engineering: Rekayasa Nilai) dan Rumus Definisi Nilai (V = F ÷ C)

VE (Value Engineering: Rekayasa Nilai) didefinisikan sebagai upaya terorganisasi yang berfokus pada penelitian fungsional atas produk atau layanan untuk mencapai fungsi yang diperlukan secara pasti dengan Biaya Siklus Hidup (LCC: total biaya yang mencakup bukan hanya biaya produksi tetapi juga penggunaan, pemeliharaan, hingga pembuangan) yang paling rendah.

Berbeda dengan pemangkasan biaya biasa yang berpusat pada benda (membuat bentuk komponen yang ada saat ini menjadi lebih murah, sehingga mudah menurunkan kualitas), ciri terbesar VE adalah berpikir berpusat pada fungsi dan mengutamakan pelanggan: menanyakan kerja (fungsi) apa yang dilakukan oleh komponen tersebut.

Dalam VE, Nilai (Value: V) suatu produk dinyatakan sebagai rasio antara besarnya fungsi atau nilai evaluasi fungsi (Function: F) yang dijalankan produk tersebut terhadap Biaya (Cost: C) yang dikeluarkan untuk memperolehnya, yaitu rumus V = F ÷ C.

Dengan demikian, ada 4 pola untuk meningkatkan Nilai V: (1) Mempertahankan fungsi F dan menurunkan biaya C (F→, C↓); (2) Mempertahankan biaya C dan meningkatkan fungsi F (F↑, C→); (3) Meningkatkan fungsi F sekaligus menurunkan biaya C (F↑, C↓); serta (4) Biaya C naik sedikit tetapi fungsi F meningkat pesat (F↑↑, C↑).

Poin penting


  • Definisi VE = Penelitian fungsional dan terorganisasi untuk mencapai fungsi yang dibutuhkan pelanggan secara pasti dengan Biaya Siklus Hidup (LCC) terendah.

  • Rumus perhitungan nilai: Nilai (V) = Fungsi (F) ÷ Biaya (C). Penurunan biaya semata dengan menurunkan kualitas bukanlah VE.

  • 4 bentuk peningkatan nilai: (1) F tetap & C turun, (2) F naik & C tetap, (3) F naik & C turun, (4) C naik sedikit & F naik drastis.

  • Contoh: Dari produk saat ini dengan nilai evaluasi fungsi F = 800 yen dan biaya aktual C = 1,000 yen, usulan perbaikan meningkatkan fungsi menjadi F = 960 yen dan biaya C = 800 yen → Nilai saat ini V = 800 ÷ 1,000 = 0.80, nilai setelah perbaikan V = 960 ÷ 800 = 1.20 (nilai meningkat 1.20 ÷ 0.80 = 1.5 kali lipat)
KosakataArti
VE (Value Engineering: Rekayasa Nilai)
Nilai (V) = Fungsi (F) ÷ Biaya (C)
Biaya Siklus Hidup (LCC) dan Orientasi pelanggan

7. Klasifikasi Fungsi dalam VE (Nilai Pakai vs Nilai Prestise, Fungsi Dasar vs Fungsi Sekunder)

Fungsi yang dianalisis dalam VE (kerja yang harus dijalankan oleh produk atau komponen) dibagi menjadi 2 menurut sifat nilai yang diberikan kepada pelanggan: Fungsi pakai (Nilai pakai) dan Fungsi daya tarik (Nilai prestise / estetika).

Nilai pakai (Use Value) adalah nilai yang memberikan kegunaan praktis saat menggunakan produk (misal: 'memberitahu waktu' pada jam, 'mencegah karat' pada cat). Nilai prestise / berharga (Esteem Value) adalah nilai yang memberikan kebanggaan kepemilikan seperti keindahan tampilan atau kesan mewah (misal: 'meningkatkan keanggunan' pada jam perhiasan).

Selain itu, berdasarkan tingkat kepentingan perannya (hubungan tujuan dan sarana), fungsi dibagi menjadi Fungsi dasar dan Fungsi sekunder. Fungsi dasar adalah fungsi tujuan langsung yang menjadi alasan utama keberadaan produk tersebut (misal: 'mengeluarkan cahaya' pada bola lampu pijar).

Fungsi sekunder adalah fungsi tambahan yang menyertai sebagai sarana untuk mewujudkan fungsi dasar (misal: 'mengalirkan listrik ke filamen' atau 'menyekat udara' pada bola lampu). Saat mendefinisikan fungsi, ungkapkan secara ringkas dalam 2 kata yaitu Kata Benda + Kata Kerja (misal: mengalirkan arus, meneruskan torsi) agar siapa pun memahami esensinya.

Poin penting


  • Nilai pakai = Nilai yang menghasilkan kegunaan dan kerja praktis / Nilai prestise = Nilai yang meningkatkan keinginan membeli atau kepuasan melalui keindahan, desain, atau status.

  • Fungsi dasar = Fungsi tujuan utama keberadaan produk/komponen tersebut / Fungsi sekunder = Fungsi sarana atau pembantu untuk mencapai fungsi dasar.

  • Aturan penulisan definisi fungsi: Ditulis dalam 2 kata 'Kata Benda + Kata Kerja' untuk meningkatkan tingkat abstraksi sehingga memudahkan pencetusan ide alternatif.
KosakataArti
Nilai pakai (Fungsi pakai) dan Nilai prestise (Fungsi daya tarik)
Fungsi dasar dan Fungsi sekunder (Fungsi perlu dan Fungsi tidak perlu)
Definisi fungsi dengan 'Kata Benda + Kata Kerja'

8. Prosedur Pelaksanaan VE (Definisi Fungsi → Evaluasi Fungsi → Pembuatan Alternatif) dan VE Pembelian

Job plan (prosedur pelaksanaan) VE dijalankan secara berurutan mengikuti 3 langkah dasar utama: (1) Definisi fungsi → (2) Evaluasi fungsi → (3) Pembuatan alternatif (secara rinci terdiri atas 10 hingga 12 langkah).

Pada langkah pertama (1) Definisi fungsi, tim memilih objek VE, mengumpulkan informasi, mendefinisikan fungsi komponen penyusun dengan 'Kata Benda + Kata Kerja', lalu membuat Diagram Sistem Fungsi yang disusun secara sistematis menurut hubungan logis Tujuan—Sarana (fungsi tingkat atas ← fungsi tingkat bawah).

Pada langkah kedua (2) Evaluasi fungsi, tim meneliti berapa biaya C saat ini untuk setiap fungsi pada diagram sistem fungsi (analisis biaya per fungsi), lalu membandingkannya dengan Nilai evaluasi fungsi F (biaya terendah untuk mencapai fungsi tersebut) guna memilih fungsi sasaran perbaikan yang nilainya rendah (C terlalu mahal).

Pada langkah ketiga (3) Pembuatan alternatif, tim mencetuskan banyak ide melalui brainstorming mengenai 'apakah ada cara lain untuk menjalankan fungsi tersebut', lalu melalui evaluasi kasar, konkretisasi, dan evaluasi detail (verifikasi teknis dan ekonomis) sebelum diajukan. Selain itu, VE yang dilakukan bersama pemasok dengan memanfaatkan teknologi khusus mereka untuk komponen beli/subkontrak disebut VE Pembelian (Supplier VE).

Poin penting


  • Urutan 3 langkah dasar VE: (1) Definisi fungsi (pembuatan diagram sistem fungsi) → (2) Evaluasi fungsi (perbandingan biaya per fungsi dengan nilai evaluasi fungsi) → (3) Pembuatan alternatif (pencetusan ide, konkretisasi, evaluasi detail).

  • Diagram Sistem Fungsi = Diagram yang menyusun fungsi-fungsi yang telah didefinisikan dengan logika Tujuan (sisi kiri: mengapa?) — Sarana (sisi kanan: bagaimana caranya?).

  • VE Pembelian = Kegiatan VE untuk barang pembelian dan subkontrak dengan memasukkan teknologi khas serta usulan dari pemasok (supplier).

  • Contoh: Biaya saat ini C pada suatu bidang fungsi = 450 yen, target biaya minimum untuk mencapai fungsi tersebut (nilai evaluasi fungsi F) = 360 yen → Indeks nilai V = 360 ÷ 450 = 0.80 (menjadi sasaran perbaikan karena di bawah 1.0), ruang penurunan biaya teoretis = 450 - 360 = 90 yen
KosakataArti
Langkah dasar VE (Definisi fungsi → Evaluasi fungsi → Pembuatan alternatif)
Diagram Sistem Fungsi (Sistematisasi tujuan dan sarana)
VE Pembelian (Supplier VE / VE generasi ke-2 Miles)

Poin yang Sering Keluar dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Pada Bab 2 (Soal 5 sampai Soal 8), pertama-tama Soal 5 menanyakan Market-In (berawal dari kebutuhan pelanggan) vs Product-Out, Lingkungan internal (Kekuatan, Kelemahan) vs Lingkungan eksternal (Peluang, Ancaman) dalam Analisis SWOT, serta 4P.

Pada Soal 6 sampai Soal 7 tentang manajemen desain, soal urutan Perencanaan produk → Perencanaan desain → Desain konseptual (konsep) → Desain detail (substantif) → Persiapan produksi serta definisi kata kunci berikut selalu keluar: Karakteristik pengganti = mengubah kualitas yang diminta menjadi karakteristik teknis desain; Tabel biaya = tabel agar desainer bisa langsung memperkirakan biaya dari material dan metode proses; Concurrent Engineering = memaralelkan desain dan persiapan produksi.

Selain itu, perbedaan antara Inspection yang resmi dan ketat dengan Walkthrough yang dipimpin pembuat desain dalam Design Review (DR) juga sering diincar.

Pada Soal 8 tentang VE, hafalkan dengan pasti: (1) Rumus nilai V = F ÷ C; (2) Perbedaan Nilai pakai (kerja praktis) vs Nilai prestise (keindahan/daya tarik) serta Fungsi dasar (tujuan utama) vs Fungsi sekunder (sarana); dan (3) Urutan prosedur dasar: Definisi fungsi → Evaluasi fungsi → Pembuatan alternatif.

Poin penting


  • Urutan desain: Perencanaan produk → Perencanaan desain → Desain konseptual (dasar / konsep) → Desain detail (produksi / substantif) → Persiapan produksi.

  • Kata kunci desain: Karakteristik pengganti (konversi angka dari kualitas yang diminta), Tabel biaya (tabel estimasi biaya saat desain), Front-loading, Concurrent Engineering.

  • Aturan mutlak VE: V = F ÷ C, fungsi didefinisikan dengan 'Kata Benda + Kata Kerja', urutannya adalah (1) Definisi fungsi (diagram sistem fungsi) → (2) Evaluasi fungsi → (3) Pembuatan alternatif.
KosakataArti
Desain konseptual, Desain detail, dan Karakteristik pengganti
Concurrent Engineering dan Design Review (DR)
3 langkah VE dan Klasifikasi fungsi

Perencanaan Produk & Manajemen Desain (DR, VE)

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo