VIENIDMY Masuk Mulai latihan

Beranda › Materi › Manajemen Operasi Produksi Kelas 3 生産管理オペレーション (BC検定)

Dasar Manajemen Material, Persediaan, Pembelian & Logistik

Manajemen Operasi Produksi Kelas 3 生産管理オペレーション (BC検定) · ビジネス・キャリア検定 生産管理オペレーション3級 · Disusun oleh Tokutei Pass berdasarkan materi resmi; tidak disalin kata per kata.

1. Lima Prinsip Manajemen Material, Klasifikasi Material, BOM, dan Kebutuhan Bersih

"Lima Prinsip Manajemen Material (dan Manajemen Pembelian)" adalah mengadakan serta memasok material dengan: ① kualitas yang tepat, ② jumlah yang tepat, ③ waktu (jatuh tempo pengiriman) yang tepat, ④ harga yang tepat, dari ⑤ pemasok (sumber pasokan) yang tepat.

Material di pabrik diklasifikasikan menjadi "Bahan Utama (pelat baja, bijih plastik, dll.)" yang menjadi bagian utama produk, "Komponen Beli Jadi (sekrup, motor, dll.)" yang dibeli dari luar dan langsung dipasang, "Bahan Pembantu (cat, perekat, dll.)" yang menyertai produk, serta "Barang Habis Pakai Pabrik (oli pemotong, kain lap, dll.)" yang habis dipakai saat produksi.

"Daftar Komponen / Bill of Materials (BOM)" yang menunjukkan komponen penyusun dan jumlah per unit untuk membuat 1 unit produk memiliki 2 jenis: "Structure BOM (BOM berjenjang—cocok untuk perubahan desain dan kendali proses)" yang menampilkan hierarki induk-anak secara bertahap sesuai perakitan, dan "Summary BOM" yang merangkum total pemakaian tiap komponen untuk 1 produk.

Dalam Perencanaan Kebutuhan Material (MRP), jumlah rencana produksi dikalikan jumlah pemakaian komponen menghasilkan "Kebutuhan Kotor (Gross Requirements)", lalu dikurangi "Persediaan Tersedia (Available Inventory) = Stok Fisik di Tangan - Jumlah Dialokasikan (dipesan untuk keperluan lain) + Sisa Pesanan (On-Order / sudah dipesan belum datang)" untuk mendapatkan "Kebutuhan Bersih (Net Requirements)".

Poin penting


  • Lima Prinsip Manajemen Material & Pembelian = Tepat "Kualitas, Jumlah, Waktu (pengiriman), Harga, dan Pemasok".

  • Structure BOM = menampilkan struktur hierarki induk-anak perakitan secara bertingkat / Summary BOM = menampilkan rekapitulasi total jumlah tiap komponen untuk 1 produk.

  • Persediaan Tersedia = Stok di Tangan - Jumlah Dialokasikan + Sisa Pesanan (On-Order) / Kebutuhan Bersih = Kebutuhan Kotor - Persediaan Tersedia.

  • Contoh: Memproduksi 200 produk (1 produk memakai 3 komponen), persediaan di tangan 150 unit, jumlah dialokasikan 40 unit, pesanan dalam perjalanan 90 unit → Kebutuhan kotor = 200 × 3 = 600 unit, Persediaan efektif = 150 − 40 + 90 = 200 unit, Kebutuhan bersih = 600 − 200 = 400 unit
KosakataArti
Lima Prinsip Manajemen Material dan Pembelian
Structure BOM dan Summary BOM
Persediaan Tersedia (Stok di Tangan - Alokasi + On-Order)
Kebutuhan Bersih (Net Requirements)

2. Trade-Off Biaya Persediaan dan Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ)

Persediaan (stok) di satu sisi bermanfaat sebagai penyangga (buffer) terhadap fluktuasi permintaan atau keterlambatan pengiriman guna mencegah kehabisan barang, namun di sisi lain bila disimpan terlalu banyak akan menimbulkan dampak buruk seperti modal tertahan, beban bunga, gudang penuh sesak, penurunan mutu, dan keusangan barang.

Di antara total biaya terkait persediaan, bila jumlah pemesanan per sekali pesan diperbesar untuk mengurangi frekuensi pemesanan maka "Biaya Pemesanan Tahunan" akan turun, tetapi karena rata-rata stok meningkat maka "Biaya Penyimpanan Persediaan Tahunan" akan membengkak—membentuk "hubungan trade-off (tarik-ulur)".

Jumlah pemesanan optimal per sekali pesan pada titik di mana "Biaya Pemesanan Tahunan" persis sama besar dengan "Biaya Penyimpanan Tahunan", sehingga total keduanya (total biaya persediaan) menjadi paling minimum, disebut "Economic Order Quantity (EOQ: Jumlah Pemesanan Ekonomis)".

Rumus EOQ adalah "EOQ = √((2 × Permintaan Tahunan × Biaya per 1 Kali Pesan) ÷ (Harga Satuan × Rasio Biaya Simpan Tahunan))". Penyebut "Harga Satuan × Rasio Biaya Simpan Tahunan" menyatakan "Biaya Penyimpanan Tahunan per 1 Unit Barang".

Poin penting


  • Memperbesar jumlah sekali pesan akan "menurunkan biaya pemesanan tahunan" tetapi "menaikkan biaya penyimpanan tahunan" (hubungan trade-off).

  • Pada titik saat biaya pemesanan tahunan sama dengan biaya penyimpanan tahunan, total biaya mencapai minimum dan jumlah pesanan saat itu adalah EOQ.

  • EOQ = √((2 × Permintaan Tahunan × Biaya per Sekali Pesan) ÷ Biaya Penyimpanan Tahunan per Unit).

  • Contoh: Permintaan tahunan 4.000 unit, biaya pesan 1.000 yen/pesanan, harga satuan 800 yen, rasio biaya simpan tahunan 25% → Biaya simpan tahunan per unit = 800 × 0,25 = 200 yen, EOQ = √((2 × 4.000 × 1.000) ÷ 200) = √40.000 = 200 unit
KosakataArti
trade-off antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan
Economic Order Quantity (EOQ: jumlah pemesanan ekonomis)
rasio biaya penyimpanan persediaan
biaya kehabisan stok (stockout cost)

3. Metode Pemesanan Kuantitas Tetap (Reorder Point, Double-Bin), Pemesanan Periodik, dan Analisis ABC

Dua metode utama pengisian ulang stok adalah "Metode Pemesanan Kuantitas Tetap" dan "Metode Pemesanan Periodik". "Metode Pemesanan Kuantitas Tetap (Metode Titik Pemesanan / Reorder Point)" adalah cara memesan "jumlah yang selalu tetap (seperti EOQ)" setiap kali saldo stok turun menyentuh "Titik Pemesanan (Reorder Point)" yang telah ditentukan (waktu pesan tidak tentu, jumlah pesan tetap).

Titik pemesanan dihitung dengan "Titik Pemesanan = Rata-rata Permintaan Harian × Lead Time Pengadaan (hari) + Stok Pengaman (Safety Stock)". Adapun metode pemesanan kuantitas tetap sederhana yang menaruh komponen sejenis di dalam 2 kotak dan menjadikan kosongnya kotak pertama sebagai titik pemesanan untuk memesan ulang disebut "Metode Double-Bin (Metode 2 Kotak)".

Sebaliknya, "Metode Pemesanan Periodik" adalah cara menghitung dan memesan jumlah yang diperlukan setiap "siklus pemesanan (interval pemesanan) tetap" seperti setiap tanggal 1 atau setiap hari Senin (waktu pesan tetap, jumlah pesan berubah-ubah setiap kali).

Jumlah pemesanan pada metode periodik dihitung dengan "Jumlah Pesan = (Siklus Pesan + Lead Time Pengadaan) × Rata-rata Permintaan Harian + Stok Pengaman - Stok Fisik Saat Ini - Sisa Pesanan (On-Order)".

Dengan menggabungkannya bersama "Analisis ABC (pengendalian prioritas berdasarkan nilai pemakaian dengan diagram Pareto)": "Barang Kelas A" yang mahal dan penting memakai "Metode Pemesanan Periodik" yang ketat, "Barang Kelas B" menengah memakai "Metode Pemesanan Kuantitas Tetap", dan "Barang Kelas C" yang murah berjumlah banyak memakai "Metode Double-Bin".

3. Metode Pemesanan Kuantitas Tetap (Reorder Point, Double-Bin), Pemesanan Periodik, dan Analisis ABC

Poin penting


  • Pemesanan Kuantitas Tetap (cocok untuk barang B/C) = waktu pesan tidak tetap, jumlah pesan tetap / Titik Pemesanan = Permintaan Harian × Lead Time + Safety Stock.

  • Pemesanan Periodik (cocok untuk barang A yang mahal) = waktu pesan tetap, jumlah pesan berubah tiap kali / Jumlah Pesan = (Siklus Pesan + Lead Time) × Permintaan Harian + Safety Stock - Persediaan Tersedia.

  • Metode Double-Bin (2 Kotak) = jenis pemesanan kuantitas tetap yang memesan saat kotak pertama habis, sangat cocok untuk barang Kelas C berharga murah (sekrup, komponen kecil).

  • Contoh: Rata-rata permintaan 40 unit/hari, waktu tunggu (lead time) 5 hari, stok pengaman 80 unit → Titik pemesanan ulang (ROP) = 40 × 5 + 80 = 280 unit (jika ROP 280 unit, stok pengaman = 280 − 40 × 5 = 80 unit)

  • Contoh: Interval pemesanan 20 hari, lead time 5 hari, rata-rata permintaan 30 unit/hari, stok pengaman 100 unit, persediaan di tangan 180 unit, pesanan dalam perjalanan 70 unit → Kuantitas pemesanan = (20 + 5) × 30 + 100 − 180 − 70 = 600 unit
KosakataArti
Metode Pemesanan Kuantitas Tetap dan Titik Pemesanan (Reorder Point)
Metode Double-Bin (Metode 2 Kotak)
Metode Pemesanan Periodik
Analisis ABC (pengendalian persediaan prioritas)
Stok Pengaman (Safety Stock)

4. Keluar-Masuk Barang & Penerimaan (Kenshuu), Stock Opname (Serentak / Siklus), dan Penilaian (FIFO / Rata-rata Bergerak)

Ketika material yang dipesan tiba, pekerjaan mencocokkannya dengan surat jalan untuk memeriksa jumlah dan mutu (inspeksi penerimaan) lalu menerima barang yang lulus secara resmi sebagai aset perusahaan disebut "Penerimaan Resmi / Acceptance (Kenshuu)". Selesainya Kenshuu memastikan timbulnya utang usaha (kewajiban membayar).

Untuk stok yang sedang disimpan, pekerjaan mencocokkan catatan pembukuan (inventaris buku) dengan jumlah fisik barang aktual disebut "Stock Opname Fisik (Jitchi Tanaoroshi)". Terdapat "Stock Opname Serentak" yang menghentikan operasional di akhir periode untuk menghitung seluruh item sekaligus, dan "Stock Opname Siklus (Cycle Counting)" yang menghitung item atau lokasi secara bergiliran tanpa menghentikan operasional.

Apabila dari hasil stock opname fisik ditemukan jumlah aktual lebih sedikit daripada jumlah di buku akibat hilang, rusak, atau salah catat, selisih kurang tersebut dinamakan "Penyusutan Persediaan (Tanaoroshi Genmou)".

Selain itu, bila harga beli satuan berfluktuasi, perhitungan harga satuan pengeluaran dan nilai stok akhir periode umumnya memakai "Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (FIFO)" yang menganggap stok lama yang masuk lebih dulu dikeluarkan lebih dulu secara berurutan, atau "Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average)" yang menghitung ulang harga satuan rata-rata setiap kali ada barang masuk baru dengan membagi total nilai stok dengan total kuantitas.

Poin penting


  • Kenshuu (penerimaan resmi) = memeriksa jumlah dan kualitas material yang dikirim, menerima barang lulus secara resmi, dan mengukuhkan kewajiban pembayaran.

  • Stock Opname Serentak (menghitung seluruh item sekaligus pada akhir periode) vs. Stock Opname Siklus / Berputar (menghitung bergiliran secara terencana tanpa menghentikan operasi harian).

  • FIFO (First-In, First-Out) = mengeluarkan stok mulai dari harga satuan barang yang paling dulu masuk / Rata-rata Bergerak = menghitung ulang harga rata-rata (Nilai Saldo + Nilai Masuk Baru) ÷ Total Kuantitas setiap kali barang masuk.

  • Contoh: Persediaan awal bulan 100 unit (@100 yen = 10.000 yen), masuk 100 unit (@140 yen = 14.000 yen), keluar 120 unit → Nilai pengeluaran metode FIFO = 100 × 100 + 20 × 140 = 12.800 yen (persediaan akhir 80 × 140 = 11.200 yen)

  • Contoh: Dengan kondisi yang sama menggunakan metode rata-rata bergerak → Harga satuan rata-rata = (10.000 + 14.000) ÷ (100 + 100) = 120 yen/unit, Nilai pengeluaran = 120 × 120 = 14.400 yen (persediaan akhir 80 × 120 = 9.600 yen)
KosakataArti
Kenshuu (pemeriksaan jumlah dan mutu saat penerimaan)
stock opname fisik (stock opname serentak dan siklus)
penyusutan persediaan (selisih kurang stock opname)
metode FIFO (First-In, First-Out) dan metode Rata-rata Bergerak

5. Manajemen Pembelian & Subkontrak (Pembelian Terpusat, Pasokan Berbayar/Gratis) dan UU Subkontrak

"Pembelian Terpusat" yang menggabungkan kebutuhan beberapa pabrik untuk dibeli sekaligus oleh departemen pembelian kantor pusat unggul dalam memperkuat daya tawar harga lewat diskon partai besar dan standardisasi material. Sebaliknya, "Pembelian Terdesentralisasi (pembelian lokal)" oleh masing-masing pabrik unggul dalam respons darurat dan penghematan biaya angkut.

Saat perusahaan induk memasok bahan baku kepada subkontraktor, terdapat "Pasokan Berbayar (Yuushou Shikyuu)" di mana bahan dijual dulu ke subkontraktor lalu produk selesai dibeli kembali seharga "Harga Bahan + Ongkos Proses" (membuat subkontraktor bertanggung jawab meningkatkan rendemen bahan), dan "Pasokan Gratis (Mushou Shikyuu)" di mana hak milik tetap pada perusahaan induk, bahan dititipkan gratis, dan hanya "Ongkos Proses" yang dibayar.

Guna menjaga keadilan transaksi subkontrak dan melindungi kepentingan subkontraktor, Jepang menetapkan "UU Pencegahan Keterlambatan Pembayaran Subkontrak (UU Subkontrak / Shitauke-hou)". Dalam kontrak manufaktur, penerapannya ditentukan oleh "Kategori Modal" antara Perusahaan Induk dan Subkontraktor (di atas 300 juta yen → maksimal 300 juta yen; atau di atas 10 juta s.d. 300 juta yen → maksimal 10 juta yen).

UU Subkontrak membebankan "4 Kewajiban" kepada perusahaan induk: ① Segera menyerahkan dokumen pesanan tertulis (dokumen Pasal 3), ② Menetapkan tanggal jatuh tempo pembayaran sesingkat mungkin dan "dalam waktu 60 hari sejak tanggal barang diterima (bukan tanggal selesai inspeksi)", ③ Membuat dan menyimpan dokumen selama 2 tahun, serta ④ Membayar bunga keterlambatan (14,6% per tahun).

Lebih lanjut, UU tersebut secara tegas mengatur "11 Larangan" bagi perusahaan induk, antara lain: "Menolak Penerimaan Barang" padahal subkontraktor tidak bersalah, "Menunda Pembayaran Subkontrak", "Memotong Pembayaran Subkontrak secara Tidak Sah", "Mengembalikan Barang secara Tidak Sah", "Menekan Harga secara Tidak Wajar (Beating Down Prices)", serta "Memaksa Pembelian atau Penggunaan Layanan".

Poin penting


  • Pembelian Terpusat (penurunan biaya lewat pembelian grosir) vs. Pembelian Terdesentralisasi (pengadaan cepat dan fleksibel di tiap pabrik).

  • Pasokan Berbayar = menjual bahan ke subkontraktor lalu membeli kembali barang jadi seharga bahan + ongkos proses (meningkatkan kesadaran rendemen) / Pasokan Gratis = menitipkan bahan secara cuma-cuma dan hanya membayar ongkos proses.

  • UU Subkontrak = wajib menyerahkan dokumen pesanan tertulis, dan pembayaran subkontrak wajib dilunasi "dalam 60 hari sejak tanggal menerima barang (bukan tanggal lulus inspeksi)".
KosakataArti
pembelian terpusat dan pembelian terdesentralisasi
pasokan bahan berbayar dan pasokan bahan gratis
UU Subkontrak (UU Pencegahan Keterlambatan Pembayaran Subkontrak)
kewajiban membayar dalam 60 hari setelah barang diterima

6. Lima Fungsi Utama Logistik, Gudang (DC / TC), Pengendalian Lokasi, dan Metode Picking

"Lima Fungsi Utama" logistik (menjadi 6 fungsi bila ditambah informasi) adalah: ① Transportasi & Pengiriman, ② Penyimpanan, ③ Penanganan Muatan / Material Handling (bongkar-muat, keluar-masuk gudang, picking), ④ Pengemasan, dan ⑤ Pemrosesan Distribusi (pemasangan label harga, pemaketan, dll.). Menurut bidangnya dibagi menjadi logistik pengadaan, produksi, penjualan, dan pengumpulan/daur ulang (logistik vena/balik).

Pusat logistik (gudang) meliputi "DC (Distribution Center: tipe penyimpanan stok)" yang menyimpan stok dan mengirim sesuai pesanan, serta "TC (Transfer Center: tipe lintas / cross-docking)" yang tidak menyimpan stok melainkan langsung menyortir dan memindahkan muatan yang baru datang menurut tujuan pengiriman.

Pengelolaan lokasi simpan di dalam gudang mencakup "Fixed Location (lokasi tetap—mudah diingat tetapi efisiensi ruang rendah)" yang menetapkan rak tetap untuk tiap item, dan "Free Location (lokasi bebas—efisiensi ruang simpan tinggi)" yang memakai sistem manajemen gudang (WMS) untuk menyimpan barang secara fleksibel di rak mana saja yang sedang kosong.

Untuk "Metode Picking" saat pengeluaran barang, terdapat "Metode Memetik / Single Picking (Order Picking—cocok untuk banyak jenis barang dan kirim cepat)" yang berkeliling rak mengumpulkan barang untuk satu per satu nota pesanan, dan "Metode Menabur Benih / Total Picking (Batch Picking—memperpendek jarak jalan kaki)" yang mengumpulkan sekaligus total barang untuk banyak pesanan lalu menyortirnya per tujuan pengiriman.

6. Lima Fungsi Utama Logistik, Gudang (DC / TC), Pengendalian Lokasi, dan Metode Picking

Poin penting


  • Lima Fungsi Utama Logistik = Transportasi, Penyimpanan, Material Handling, Pengemasan, dan Pemrosesan Distribusi (+ Informasi) / DC = pusat penyimpanan stok, TC = pusat transit/sortir tanpa simpan stok.

  • Fixed Location = rak simpan tetap per item / Free Location = penyimpanan fleksibel di rak kosong untuk memaksimalkan efisiensi ruang.

  • Single Picking (metode memetik) = mengambil barang dari rak satu nota pesanan demi satu nota / Total Picking (metode menabur benih) = mengambil barang gabungan banyak nota sekaligus lalu menyortirnya.
KosakataArti
Lima Fungsi Utama logistik dan logistik vena (reverse logistics)
DC (Distribution Center: simpan) dan TC (Transfer Center: transit)
Fixed Location dan Free Location
Single Picking (metode memetik) dan Total Picking (metode menabur benih)

7. Prinsip Manajemen Pemindahan, Unit Load System (Palet T11), dan Indeks Keaktifan Pemindahan

Manajemen pemindahan barang mengutamakan prinsip bentuk muatan aktif, pemanfaatan gravitasi, dan penghilangan waktu tunggu (angkut kosong). Secara khusus, sistem menyatukan muatan di atas palet atau kontainer menjadi satu satuan standar (unit) agar dapat dibongkar-muat dengan mesin dan diangkut dari titik asal ke tujuan tanpa bongkar-pasang ulang disebut "Unit Load System (paletisasi terpadu)".

Palet datar standar untuk angkutan terpadu yang ditetapkan standar JIS Jepang adalah "Palet Tipe T11 (panjang 1.100 mm × lebar 1.100 mm: palet satu-satu)", yang menjadi acuan ukuran bak truk, gudang otomatis, dan modul kemasan.

Selain itu, untuk menempatkan barang dalam "kondisi mudah digerakkan berikutnya (tingkat keaktifan)", indikator bernilai 0 sampai 4 yang menunjukkan berapa banyak dari 4 kerepotan pemindahan—"Mengumpulkan, Mengangkat, Memuat, dan Mengangkut"—yang sudah berhasil dihilangkan disebut "Indeks Keaktifan Pemindahan (Material Handling Liveliness Index)".

Secara spesifik: barang berserakan di lantai adalah "Indeks 0"; dimasukkan ke kotak atau karung (tidak perlu mengumpulkan) adalah "Indeks 1"; ditumpuk di atas palet (tidak perlu mengumpulkan & mengangkat) adalah "Indeks 2"; ditaruh di atas kereta dorong beroda (tinggal mengangkut) adalah "Indeks 3"; dan berada di atas konveyor bergerak atau seluncuran (nol kerepotan) adalah "Indeks 4".

7. Prinsip Manajemen Pemindahan, Unit Load System (Palet T11), dan Indeks Keaktifan Pemindahan

Poin penting


  • Unit Load System (paletisasi terpadu) = menyatukan barang di atas palet standar (Tipe T11: 1.100 mm × 1.100 mm) untuk penanganan mesin dan pengangkutan tanpa bongkar-muat ulang.

  • Indeks Keaktifan Pemindahan = jumlah gerakan (0 s.d. 4) yang sudah tidak diperlukan lagi dari 4 gerakan: "Mengumpulkan, Mengangkat, Memuat, Mengangkut".

  • Berserakan di lantai = 0, Dalam kotak = 1, Di atas palet = 2, Di atas troli beroda = 3, Di atas konveyor/chute = 4 (makin besar angkanya makin mudah dipindahkan).
KosakataArti
Unit Load System dan paletisasi terpadu
palet standar Tipe T11 (1.100 mm × 1.100 mm)
Indeks Keaktifan Pemindahan (0 sampai 4)
penghilangan pengangkutan kosong

8. Karakteristik Peralatan Pemindahan & Material Handling serta Klasifikasi Kemasan (Individu, Dalam, Luar)

Di antara peralatan pemindahan dan bongkar-muat utama di pabrik serta gudang, "Forklift" adalah alat paling serbaguna yang mampu menangani pengangkutan muatan berpalet sekaligus penyusunan ke rak tinggi dalam satu unit (meliputi tipe counterbalance dan tipe reach yang lincah di lorong sempit).

Selain itu, sesuai kegunaannya digunakan pula "AGV (Automated Guided Vehicle)" yang berjalan tanpa awak dengan pemandu pita magnetik atau laser, "Konveyor (belt, roller, overhead trolley, dll.)" yang mengangkut barang secara kontinu di jalur tetap, serta "Crane & Hoist" yang mengangkat dan memindahkan beban berat secara tiga dimensi.

Sementara itu, "Pengemasan (Packaging)" yang melindungi nilai dan kondisi barang dibagi menurut standar JIS menjadi tiga tingkatan: "Kemasan Individu (Kosou), Kemasan Dalam (Naisou), dan Kemasan Luar (Gaisou)".

"Kemasan Individu (Kosou)" membungkus produk satu per satu untuk meningkatkan daya tarik beli dan dikategorikan sebagai "Kemasan Komersial (kemasan konsumen)". Sebaliknya, "Kemasan Dalam (bahan bantalan penahan benturan, kantong anti-lembap)" yang mencegah basah, guncangan, dan kelembapan, serta "Kemasan Luar" berupa kotak karton gelombang atau peti kayu bertanda simbol penanganan (Care Mark) bertujuan untuk transportasi dan penyimpanan sehingga dikategorikan sebagai "Kemasan Industri (kemasan transportasi)".

Poin penting


  • Forklift = pemeran utama bongkar-muat palet / AGV = kendaraan pemindah otomatis tanpa awak / Konveyor = angkutan kontinu jalur tetap / Crane = pengangkat beban berat.

  • Kemasan Individu (Kosou) = membungkus unit terkecil produk dengan mengutamakan estetika dan promosi penjualan → "Kemasan Komersial".

  • Kemasan Dalam (pelindung lembap/benturan) dan Kemasan Luar (pelindung dengan kardus atau peti kayu) = mengutamakan keamanan transportasi dan penyimpanan → "Kemasan Industri".
KosakataArti
Forklift dan AGV (Automated Guided Vehicle)
Kemasan Individu (Kosou: kemasan komersial)
Kemasan Dalam dan Kemasan Luar (kemasan industri / transportasi)
Care Mark (simbol petunjuk penanganan muatan)

Poin yang Sering Keluar dalam Ujian dan Cara Mengingatnya

Empat soal hitungan yang sangat sering keluar adalah: ① "Persediaan Tersedia = Stok di Tangan - Alokasi + Sisa Pesanan (alokasi dikurangi, sisa pesanan ditambah!)", dan ② "EOQ = √((2 × Permintaan Tahunan × Biaya 1 Kali Pesan) ÷ Biaya Simpan 1 Unit per Tahun)".

Pastikan juga mahir menghitung ③ "Titik Pemesanan = Permintaan Harian × Lead Time + Safety Stock (pemesanan kuantitas tetap)" serta ④ "Harga satuan pengeluaran dan nilai stok akhir dengan metode FIFO dan Rata-rata Bergerak".

Untuk soal teori, pasangan klasiknya adalah: "Barang A = Pesan Periodik, Barang B = Pesan Kuantitas Tetap, Barang C = Metode Double-Bin", "Batas waktu pembayaran UU Subkontrak adalah maksimal 60 hari sejak tanggal menerima barang (bukan tanggal inspeksi)", serta "Single Picking (memetik 1 pesanan demi 1 pesanan) vs. Total Picking (menabur benih = ambil gabungan lalu sortir)".

Terakhir, hafalkan angka "Indeks Keaktifan Pemindahan (Lantai 0 - Kotak 1 - Palet 2 - Troli 3 - Konveyor 4)" dan "Palet T11 = 1.100 mm × 1.100 mm" karena langsung menghasilkan poin.

Poin penting


  • Persediaan Tersedia = Stok di Tangan - Alokasi + On-Order / Titik Pemesanan = Permintaan Harian × Lead Time + Safety Stock / EOQ = √(2 × Permintaan Tahunan × Biaya Pesan ÷ Biaya Simpan).

  • Tenggat bayar UU Subkontrak adalah "maksimal 60 hari setelah barang diterima" / Picking: "Memetik (Single) = satu pesanan tiap jalan; Menabur benih (Total) = kumpulkan gabungan lalu sortir".

  • Indeks Keaktifan Pemindahan: Lantai 0 → Kotak 1 → Palet 2 → Troli 3 → Konveyor 4 (jumlah langkah yang dihemat dari Kumpul - Angkat - Muat - Angkut).
KosakataArti
rumus Persediaan Tersedia, Titik Pemesanan, dan EOQ
UU Subkontrak (pembayaran maksimal 60 hari setelah barang diterima)
Metode Memetik (Single Picking) dan Metode Menabur Benih (Total Picking)
Indeks Keaktifan Pemindahan (0 sampai 4)

Material, Persediaan & Logistik

Latihan soal bab ini di aplikasi

Referensi resmi

Zalo